MENJELASKAN TENTANG SYARAT-SYARAT DZIKIR
Persyaratan zdikir
وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ الذَّاكِرُ عَلَى وُضُوءٍ تَامٍ
Artinya, dzikirnya harus dalam keadaan berwudhu sempurna.وَأَنْ يَذْكُرَ بِضَرْبٍ شَدِيدٍ وَصَوْتٍ قَوِي
Dan dia harus menyebutkannya dengan lantang dan dengan suara yang kuat.
حَتَّى يَحْصُلَ أَنْوَارَ الذِّكْرِ فِي بَوَاطِنِ الذَّاكِرِينَ ، وَتَصِيرُ
قُلُوْبُهُمْ أَحْيَاءً بِهَذِهِ الْأَنْوَارِ ، حَيَاةً أَبَدِيَّةً أُخْرَوِيَّةً
Hingga cahaya zikir muncul dalam diri orang-orang yang mengingat, dan jadilah
Hati mereka hidup dalam cahaya ini, akhirat yang kekal.
كَمَا قَالَ اللَّهُ تَعَالَى
Seperti yang difirmankan Allah SWT
لَا يَذُوقُوْنَ فِيهَا الْمَوْتَ إِلَّا الْمَوْتَةَ الْأُولَى
Mereka tidak akan merasakan kematian di dalamnya kecuali kematian yang pertama.
وَكَمَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ
Dan sebagaimana Rasulullah SAW bersabda
وَالْمُؤْمِنُوْنَ لَا يَمُوْتُوْنَ بَلْ يَنْقِلُوْنَ مِنْ دَارِ الْفَنَاءِ إِلَى دَارِ
الْبَقَاءِ
Dan orang-orang beriman tidak mati, melainkan dipindahkan dari satu rumah kehancuran ke rumah yang lain. Kelangsungan hidup
وَكَمَا قَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ
Dan sebagaimana Rasulullah SAW bersabda
وَالْأَنْبِيَاءِ وَالْأَوْلِيَاءُ يُصَلُّوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ كَمَا يُصَلُّوْنَ فِي
بُيُوتِهِمْ)) (رواه أبو يعلى )
Dan para nabi dan wali sembahyang di dalam kubur mereka sebagaimana mereka sembahyang di dalamnya Rumah mereka
(HR. Abu Ya’la)
يَعْنِي يُنَاجَوْنَ رَبَّهُمْ أَبَدًا وَلَيْسَ مَعْنَاهُ ظَاهِرُ الصَّلَاةِ مِنَ الْقِيَامِ وَالرَّكُوعِ وَالسُّجُودِ وَالْقُعُودِ بَلْ مُجَرَّدُ الْمُنَاجَاتِ
Maksudnya mereka bermunajat dengan Tuhannya selama-lamanya, dan yang dimaksud bukanlah sembahyang yang tampak secara lahiriah, seperti berdiri, ruku’, sujud, dan duduk, melainkan bermunajat.
مِنْ قِبَلِ الْعَبْدِ ، وَالْهَدِيَّةُ الْمَعْرِفَةُ مِنْ قِبَلِ الْحَقِّ
Dari hamba adalah munajat, dan dari Allah SWT pemberian ilmu ma'rifat yang haq.
فَيَكُونُ الْعَارِفُ مَحْرَمًا إِلَى اللَّهِ تَعَالَى بِزِيَادَةِ الْمُنَاجَاة
لِلْقَلْبِ الْحَيِّ فَذَلِكَ لَا يَمُوْتُ
Dengan demikian, yang berilmu ma'rifat menjadi mahrom di hadapan Allah SWT karena munajat yang hatinya hidup, karena tidak mati.
Komentar