Cara membaca kalimat thoyyibah
أَوَّلُ مَنْ تَمَنَّى أَقْرَبَ الطَّرْقِ وَأَفْضَلِهَا وَأَسْهَلِهَا مِنَ النَّبِيِّ ﷺ عَلِيُّ بْنِ أَبِي طَالِبِ الله فَانْتَظَرَ النَّبِيُّ ﷺ الْوَحْيَ فَنَزَلَ جِبْرَائِيلُ العَلَا عَلَى النَّبِيِّ ﷺ وَلَقَنَ هَذِهِ الْكَلِمَةِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ ﷺ كَمَا قَالَ جِبْرَائِيلُ ، ثُمَّ لَقَنَ رَسُولُ اللهُ عَلِيًّا هُ ، ثُمَّ جَاءَ إِلَى أَصْحَابِهِ فَلَقْنَهُمْ جَمِيعًا
"Orang yang pertama kali menginginkan jalan terdekat kepada Allah, terunggul, tetapi termudah melalui Nabi SAW ialah Ali bin Abi Thalib RA. Ketika Sayyidina Ali RA meminta, Rasulullah tidak langsung menjawab tetapi menunggu wahyu. Maka, datanglah Jibril dan menuntun kalimat Lå Ilaha Illallâh 3 kali dan Nabi mengucapkannya tiga kali. Selanjutnya, Nabi SAW mengucapkan seperti yang diucapkan Jibril. Kemudian menuntun Ali, lalu mendatangi para Sahabat dan menuntun para Sahabat secara berjamaah."
Komentar