PROFIL PSM Sunahim


 














               

               














Di Susun oleh:






KECAMATAN LUMAJANG
KABUPATEN LUMAJANG
PROVINSI JAWA TIMUR

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
BIODATA
NAMA                 : SUNAHIM
UMUR                : 49 Th
PEKERJAAN         : Swasta
PENDIDIKAN       : SMA
ALAMAT             : RT 05 RW 02 Krajan 1
DESA                 : Boreng
KECAMATAN        : Lumajang
KABUPATEN        : Lumajang
PROVINSI           : JAWA TIMUR
HP. WA              : 082301887156
EMAIL                : sunahim9@gmail.com
FACEBOOK         : sunahim Tqn
INSTAGRAM                : @sunahim5




 















DASAR HUKUM
PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT
Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2009 tentang kesejahteraan sosial menjelaskan bahwa ada tiga jenis pelaksana kesejahteraan sosial diantaranya :

1. Tenaga Kesejahteraan Sosial adalah seseorang yang dididik dan dilatih secara social untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial dan/atau seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang ruang lingkup kegiatannya di bidang kesejahteraan sosial
2. Pekerja Sosial Profesional adalah seseorang yang bekerja, baik di lembaga pemerintah maupun swasta yang memiliki kompetensi dan profesi pekerjaan sosial, dan kepedulian dalam pekerjaan sosial yang diperoleh melalui pendidikan, pelatihan, dan/atau pengalaman praktek pekerjaan sosial untuk melaksanakan tugas-tugas pelayanan dan penanganan masalah sosial.
3. Relawan Sosial adalah seseorang dan/atau kelompok masyarakat, baik yang berlatar belakang pekerjaan sosial maupun bukan berlatar belakang pekerjaan sosial, tetapi melaksanakan kegiatan penyelenggaraan di bidang sosial bukan di instansi sosial pemerintah atas kehendak sendiri dengan atau tanpa imbalan.





VISI DAN MISI PEKERJA SOSIAL MASYARAKT
VISI
Membantu orang lain /PMKS agar mampu membantu
 dirinya sendiri mandiri dengan partisipasi social
 dan pemberdayaan social.

MISI
1.Melakukan pemecahan masalah yang dialami PMKS
2. Melakukan Manajemen sumber yang dapat memecahkan masalah yang dihadapi PMKS
3. Melakukan pendidikan yang terkait dengan pencegahan berbagai kondisi yang dapat  menghambat   kepercayaan diri dan kapasitas diri PMKS.


TUJUAN PSM

1.    Meningkatkan kemampuan klien dalam memenuhi kebutuhan dasar;
2.    Terpenuhinya hak dasar dan inklusivitas bagi masyarakat miskin dan rentan, penyandang disabilitas, dan kelompok lainnya;
3.    Meningkatkan dan memajukan individu maupun kelompok atau organisasi lainnya

1.   an dan bekerjasama dengan pihak – pihak tertentu
ORGANISASI DAN PENDAMPINGAN




1.     Membuka pelatihan kursus Menjahit dan Sablon bagi anak2 pengangguran bekerja sama dengan BKM Desa Boreng pelatihan menjahit KSM Alhidmat Desa Boreng (Tahun 2004)
2.     Pengurus FK PSM Kabupaten Lumajang (TAHUN 2007 – 2009)
3.     Pendampingan Bansos berupa alat2 bengkel Sepada Motor bagi anak  ANJAL
4.     Pendamping  ASLUT TERLANTAR          
5.     Pendamping Bansos berupa alat2 Kecantikan bagi penyandang cacat permanen
6.     SATGAS ANTI NARKOBA
7.   Kader Pemberdayaan. 
           Masyarakat Desa (KPMD).
8. Pendataan PBI - JKN
9.  Pendamping Bansos berupa
            alat2 Tata Boga bagi Janda Produktif
10.Pendamping Bansos berupa alat2
           komputer bagi ANJAL
11.Pendamping Bansos berupa alat2
           bengkel bagi ANKN
12.Pendamping ODGJ
13.Pengurus PP Suryalaya dibidang
           DAKWAH dan INABAH /NARKOBA
14.Pengurus Ranting NU Desa Boreng
            (Tahaun 2017 -  2022 - 2027)
15.Pengurus LK3
16.Pendamping Dhu’afah Setiap
           Bulan Ramadhan 100 orang, 
          santunan dari BAZNAS Kab. Lumjang
     17.Ketua Takmir Masjid Misbahul Huda. 
           Desa Boreng ( 2023-2028)










































































Monitoring Bengkel Sepeda Motor
Nama         : M.DIDIK
Alamat      : Krajan 1 Desa Boreng
Bansos      : Kab.Lumajang


Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :B. Mangku
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Amarah
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Misri
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Jarneh
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Juma’ati
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Misiyam
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Miati
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Buati
Alamat       :Dsn Kuwung Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         :Suknah
Alamat       :Dsn Kuwung Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Satri
Alamat       :Krajan 2 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Ramtani
Alamat       :Krajan 2 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Marsih
Alamat       :Krajan 2 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Sumar
Alamat       :Dsn Kuwung Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Misiyah
Alamat       :Krajan 1 Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : B. Tas
Alamat       :Dsn Galingan Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Satemi
Alamat       :Krajan 1Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Subani
Alamat       :Krajan 1Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Sudar
Alamat       :Krajan 1Desa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Kasiem
Alamat       :Dsn GalinganDesa Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingan pencairan dana Aslut
Nama         : Tasri
Alamat       :Krajan 1 Boreng
Asal Bantuan dari Kementrian Sosial Indonesia
Pendampingi ODGJ
Nama     : Satruki
Alamat  : Dsn Kuwung Desa Boreng
Dalam pengobatannya rawat jalan rutin ke PUSKESMAS

Pendampingi ODGJ
Nama     : Zainul
Alamat  : Krajan 1 Desa Boreng
Rehab ke Malang
Pengajian Manaqib dan sosialisasi Narkoba di PP. Suryalaya Perwakilan Lumajang dihadiri Para Mubalig dan menghadirkan pengurus BNN Kab.Lumajang
Sedang mengajar di Madrasah Diniya Miftahul Ulum Desa Sumberejo Sukodono
Pembinaan ketampilan menjahit
Pembinaan ketampilan menjahit
Pembinaan ketrampilan sablon

Bersama BUNDES  Desa Boreng merencanakan Wisata Desa Arung Jeram
Suasana saat survey sungai KALI ASEM
 


































PEMBINAAN KPMD /LKMD DIHOTEL PRIMA
























































SATGAS ANTI NARKOBA
SOSIALISASI ANTI NARKOBA DIBALAI DESA BORENG
 























  

         
  



















Yang dihadiri Tokoh Masyarakat dan pemuda





PERMASALAHAN YANG DITANGANI
Sedang Memecahkan suatu masalah di Desa
































MENDAMPINGI MASALAH DIDESA
TENTANG BERITA HOAK
  
























 



























Yang bersangkutan inisial A bertanda tangan perjanjian untuk tidak mengulangi lagi


Bimtek PSM






 

















































SANTUNAN BAGI DHU’AFAH DARI BAZNAZ KABUPATEN LUMAJANG
SETIAP DESA 100 JANDA @ Rp.100.000
 

















































































TANTANGAN   
Sebagai Pekerja Sosial Masyarakat selalu siap menghadapi  tantangan dilapangan dan rela mengerjakannya dengan tanpa imbalan dari pihak manapun demi sebuah  kebenaran, untuk menemukan titik temu bagi masyarakat atau individu maupun golongan yang membutuhkannya.
Didalam menentukan sesuatu permasalahan kita harus mencari data yang valid dan memperbanyak informasi agar apa yang kita putuskan menjadi hal yang biasa dipertanggung jawabkan.
Namun, walaupun suatu permasalahan yang suadah menjadi keputusan dalam musyawarah,kadang2 kita sebagai PSM masih ada di pihak yang kurang adil menurut masyarakat.
Salah satu contoh ……Tentang verifikasi data miskin walaupun kita memasukkan  data sesuai  kuwota  dengan jalan musyawarah dan  melibatkan Tokoh Masyarakat RT dan RW.
Tetapi bagi PSM selalu ada tantangan bila masyarakat yang tidak masuk dalam data menjadi tidak enak, ketika bertemu selalu mengatakan hal yang kurang mengenakkan, namun mau tidak mau kita harus menjelaskan padanya walupun rasanya berat untuk disampaikannya.



HARAPAN !
1.     Semoga PSM diDesa di Kecematan di Kabupaten khususnya di Lumajang segera terbentuk seperti dulu.
2.     Sudah seharusnya pemerintah mengalokasikan dana kepada PSM untuk kesejahteraannya.






    


































           Ia. PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
Pembangunan  kesejahteraan  sosial  merupakan  perwujudan  dari upaya mencapai tujuan bangsa yang diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Sila kelima Pancasila  menyatakan  bahwa  keadilan sosial  bagi  seluruh  rakyat Indonesia, dan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia  Tahun  1945  mengamanatkan  negara  untuk  melindungi segenap bangsa  Indonesia  dan  seluruh  tumpah  darah  Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
              Permasalahan  kesejahteraan  sosial  yang  berkembang  dewasa  ini menunjukkan bahwa ada warga negara yang belum terpenuhi hak atas  kebutuhan dasarnya  secara  layak  karena  belum  memperoleh pelayanan  sosial  dari  negara. Akibatnya,  masih  ada  warga  negara yang mengalami hambatan pelaksanaan fungsi sosial sehingga tidak dapat menjalani kehidupan secara layak dan bermartabat.
             Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun  1945 mengamanatkan  kewajiban  negara  untuk  memelihara fakir miskin dan anak terlantar. Bagi fakir miskin dan anak terlantar seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun  1945, Pemerintah dan pemerintah  daerah memberikan rehabilitasi sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, dan perlindungan sosial sebagai perwujudan pelaksanaan kewajiban negara  dalam  menjamin  terpenuhinya  hak  atas kebutuhan  dasar warga negara yang miskin dan tidak mampu.
            Dalam  penyelenggaraan  kesejahteraan  sosial,  diperlukan  peran masyarakat yang  seluas-luasnya,  baik  perseorangan,  keluarga, organisasi  keagamaan,  organisasi sosial  kemasyarakatan,  lembaga swadaya  masyarakat,  organisasi  profesi,  badan usaha,  lembaga kesejahteraan  sosial,  maupun  lembaga  kesejahteraan  sosial  asing demi  terselenggaranya  kesejahteraan  sosial  yang  terarah,  terpadu, dan berkelanjutan.
            Untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga negara, serta untuk menghadapi  tantangan  dan  perkembangan  kesejahteraan sosial  di  tingkat  lokal, nasional,  dan  global,  dilakukan penggantian  Undang-Undang  Nomor  6  Tahun  1974 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial dengan Undang-Undang Nomor  11  Tahun 2009 Materi pokok yang diatur dalam Undang-Undang ini, antara lain, pemenuhan hak atas kebutuhan  dasar, penyelenggaraan  kesejahteraan  sosial secara komprehensif dan profesional, serta perlindungan masyarakat. Untuk menghindari penyalahgunaan  kewenangan  dalam  penyelenggaraan kesejahteraan sosial, Undang-Undang ini juga mengatur pendaftaran dan  perizinan  serta  sanksi  administratif  bagi lembaga  yang menyelenggarakan  kesejahteraan  sosial.  Dengan  demikian, penyelenggaraan  kesejahteraan  sosial  dapat  memberikan  keadilan sosial  bagi  warga negara  untuk  dapat  hidup  secara  layak  dan bermartabat.
           PSM sebagai salah satu pilar partisipan pembangunan Kesejahteraan Sosial, yang membantu bersama dengan perangkat pemerintah memberikan pelayanan kepada anak terlantar, yatim, yatim piatu, melalui sistem pelayanan serta membentuk dan mendampingi kelompok-kelompok  usaha bersama bagi keluarga kurang mampu/ miskin yang dilaksanakan secara terprogram, terpadu dan berkesinambungan, serta mendirikan lembaga pendidikan untuk memberikan pelayanan pendidikan baik formal maupun non formal, sebagai upaya pemberdayaan terhadap Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) umumnya dan khususnya terhadap penyandang masalah : Anak terlantar, yatim, piatu, anak jalanan, anak nakal, remaja putus sekolah, lansia/jompo, perempuan rawan sosial ekonomi dan keluarga kurang mampu/miskin dan keluarga rentan kemiskinan. Selain itu PSM juga melaksanakan kegiatan Usaha Ekonomi Produktif (seperti ternak kambing dan pengembangan barang daur ulang)
             Sejauh apapun yang dicapai hari ini adalah merupakan sederetan rangkaian perjuangan dimasa sebelumnya dan atas dorongan, kemauan serta motivasi yang berawal dari dalam diri. Kegiatan ini sudah dirintis sejak tahun 2014 yang lalu, terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, kelompok maupun keluarga.
            Masalah kesejahteraan sosial adalah masalah yang tak pernah lepas dari kehidupan manusia dan menjadi sasaran utama program Dinas Kesejahteraan Sosial dan Pemberdayaan Perempuan Provinsi Jawa Tengah beserta jajarannya, sehingga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pembangunan nasional.

B.     Landasan Hukum

-          Undang-undang Republik Indonesia No. 6/ Tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Kesejahteraan Sosial
-          Undang-undang No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah
Keputusan Menteri Sosial RI No. 28/ HUK/ 1987 Tentang Perubahan Atas Keputusan Menteri Sosial RI Nomor. 14/ HUK/KEP/II/1981 tentang Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Pembimbing Sosial Masyarkat.
-          Keputusan Direktur Jendral Bina Kesejahteraan Sosial Departemen Sosial RI. No. 19/ DIR/ I/ KPTS/ BKS/ IV/ 88 tentang Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat.
Peraturan Pemerintah No. 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otomom
-          Keputusan Menteri Sosial RI No. 25/ HUK/ 2003 tentang Pola Pembangunan Kesejahteraan Sosial
-          Peraturan Menteri Sosial RT No. 82/ HUK/ 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Sosial
-          UU RI No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial
-          Pedoman Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FK-PSM)

VISI DAN MISI PEKERJA SOSIAL MASYARAKAT
Visi
Menjadi Pekerja Sosial  Masyarakat (PSM) yang andal , berintegritas, dan ikhlas bekerja untuk membantu segenap masyarakat  dalam meraih kesejahteran sosial.
Misi:
·         Mendata dan mengembangkan potensi kesejahteraan masyarakat.
·         Menumbuhkan kepercayaan diri dan jiwa gotong royong masyarakat.
·         Memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat untuk mengubah potensi mereka menjadi sumber peningkatan kesejahteraan.
·         Bekerja sama dengan lembaga, instansi, dan organisasi kemasyarakatan yang bergerak di bidang peningkatan kesejahteraann  masyarakat.
·         Membantu masyarakat mendapatkan akses kepada pelayanan kesejahteraan sosial, baik di tingkat desa maupun di tingkat administrasi pemerintahan yang lebih tinggi.
·         Meningkatkan kompetensi anggota dan perekrutan anggota baru untuk mempeluas jangkauan pelayanan.


Maksud dan Tujuan
-          Maksud
      Maksud penyusunan profil "PSM " bidang usaha kesejahteraan sosial adalah untuk memberikan gambaran tentang keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), serta kegiatan usaha pelayanan yang telah dilaksanakan khususnya pada area layanan sosial serta pengembangan kegiatannya.

-          Tujuan

      a)   Diperolehnya data tentang keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) dan perkembangan kegiatan usaha pelayanan dan rehabilitasi sosial terhadap PMKS di Kelurahan Bugis dan sekitarnya Kecamatan Sumbawa khususnya dan Kabupaten Sumbawa umumnya.
      b) Tersedianya sumber informasi bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) maupun pemerintah terkait serta lembaga sosial lainnya.
      c)   Memberikan informasi dan gambaran tentang keberadaan PSM .
      d)  Aktivitas Kegiatan Usaha Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang sudah, sedang maupun rencana pengembangan usaha pelayanan belum dilaksanakan.
      e) Terjadinya hubungan kemitraan baik dengan lembaga pemerintah, lembaga sosial masyarakat/Orsos, dunia usaha maupun penyandang masalah Kesejahteraan Sosial sebagai klien binaan PSM.
      f)    Terlaksananya kegiatan Usaha Pelayanan Kesejahteraan Sosial yang terprogram, terpadu serta berkesinambungan dalam upaya mewujudkan kesejahteraan sosial PMKS.






















Komentar

Postingan populer dari blog ini

PELATIHAN MENJAHIT